Anak-anak Belajar Lebih Banyak dari Apa yang Mereka Lihat daripada Apa yang Mereka Dengar
Banyak orang tua berharap anak mereka mengasihi Tuhan.
Mereka membawa anak ke sekolah minggu, mengikutsertakan mereka dalam berbagai kegiatan gereja, dan berdoa agar suatu hari nanti anak mereka memiliki iman yang kuat.
Semua itu baik dan penting.
Namun ada satu kenyataan yang tidak boleh kita lupakan:
Guru pertama seorang anak bukanlah guru sekolah minggu. Guru pertama seorang anak adalah orang tuanya.
Sebelum seorang anak mendengar khotbah pertama mereka, mereka sudah lebih dulu memperhatikan kehidupan ayah dan ibunya.
Mereka memperhatikan bagaimana orang tua berbicara.
Bagaimana mereka mengatasi masalah.
Bagaimana mereka memperlakukan orang lain.
Bagaimana mereka berdoa.
Bagaimana mereka merespon ketika gagal.
Anak-anak belajar tentang Tuhan melalui kehidupan orang tua mereka jauh sebelum mereka mampu memahami pelajaran Alkitab.
Rancangan Tuhan Selalu Dimulai dari Rumah
Ketika Tuhan memberikan perintah untuk mengajarkan firman-Nya kepada generasi berikutnya, Tuhan tidak pertama-tama berbicara kepada para imam atau pemimpin agama.
Tuhan berbicara kepada para orang tua.
Dalam Ulangan 6:6–7 Tuhan berfirman:
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”
Perhatikan bahwa Tuhan tidak menggambarkan sebuah kelas.
Tidak ada kurikulum. Tidak ada gedung. Tidak ada jadwal satu jam seminggu.
Tuhan menggambarkan kehidupan sehari-hari. Duduk di rumah. Berjalan bersama. Berbaring. Bangun. Pemuridan yang Tuhan rancangkan terjadi di tengah kehidupan keluarga.
Anak Membutuhkan Teladan, Bukan Hanya Pengajaran
Anak-anak dapat mendengar kita berkata: “Berdoalah kepada Tuhan.” Tetapi mereka juga melihat apakah kita sendiri berdoa. Kita dapat berkata: “Percayalah kepada Tuhan.” Tetapi mereka melihat bagaimana kita merespon ketika menghadapi kesulitan.
Kita dapat berkata: “Mengampuni itu penting.” Tetapi mereka memperhatikan bagaimana kita memperlakukan pasangan, keluarga, dan orang-orang yang menyakiti kita.
Karena itu, pemuridan bukan hanya soal mengajarkan kebenaran.
Pemuridan adalah memperlihatkan bagaimana kebenaran itu dijalani.
Dan tidak ada orang yang lebih sering dilihat seorang anak selain orang tuanya.
Gereja Sangat Penting, Tetapi Gereja Tidak Dirancang Menggantikan Orang Tua Sekolah minggu memiliki peran yang luar biasa. Guru-guru yang setia sering menjadi berkat besar dalam kehidupan anak. Namun gereja hanya bertemu dengan anak beberapa jam setiap minggu. Sebaliknya, orang tua memiliki ratusan bahkan ribuan kesempatan setiap tahun untuk menunjukkan seperti apa hidup bersama Kristus.
Gereja dipanggil untuk memperlengkapi. Tetapi keluarga dipanggil untuk memuridkan. Keduanya bukan pesaing. Keduanya adalah rekan yang bekerja bersama untuk menolong anak mengenal Yesus.
Kabar Baiknya: Anda Tidak Harus Menjadi Orang Tua yang Sempurna
Ketika mendengar tentang tanggung jawab pemuridan, banyak orang tua langsung merasa tidak layak.
“Saya sendiri masih banyak kekurangan.” “Saya tidak terlalu mengerti Alkitab.” “Saya sering gagal.”
Kabar baiknya, Tuhan tidak mencari orang tua yang sempurna. Tuhan mencari orang tua yang mau berjalan bersama-Nya.
Sering kali pelajaran terbesar yang dipelajari anak bukanlah ketika mereka melihat orang tua yang sempurna.
Melainkan ketika mereka melihat orang tua yang mau bertobat, meminta maaf, berdoa, dan terus bergantung kepada Tuhan.
Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna.
Mereka membutuhkan orang tua yang sedang mengikuti Yesus.
Mulailah dari Hal-Hal Sederhana Pemuridan di rumah tidak harus rumit. Mulailah dengan langkah kecil:
Berdoa bersama sebelum tidur.
Membaca satu ayat Alkitab bersama.
Menceritakan kebaikan Tuhan yang dialami hari itu.
Mengajak anak bersyukur.
Membicarakan firman Tuhan saat makan bersama.
Hal-hal kecil yang dilakukan berulang kali sering kali membentuk hati anak lebih dalam daripada momen-momen besar yang jarang terjadi.
Jika Anda adalah orang tua, Anda mungkin bukan pendeta anak. Mungkin Anda bukan guru sekolah minggu. Mungkin Anda tidak pernah berdiri di atas mimbar. Namun Tuhan telah mempercayakan kepada Anda sebuah panggilan yang sangat mulia: Menjadi murid Kristus yang sedang membesarkan murid Kristus berikutnya. Dan perjalanan itu tidak dimulai di gedung gereja.
Perjalanan itu dimulai di rumah.
Karena anak adalah murid pertama orang tua…
💭 Refleksi untuk Orang Tua
Jika anak saya belajar tentang Tuhan terutama dari kehidupan saya, apa yang sedang mereka lihat setiap hari?
Home of Disciples
Every Home, A Place of Discipleship ❤️🏠📖